Dinas TPH-Bun Bungo Targetkan 11.000 Hektar Lahan Pertanian di 2023

Kepala Dinas TPH-Bun Bungo berdialog bersama stasiun tv lokal BungoTV

SUMBERNEWS, BUNGO – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (TPH-Bun) Kabupaten Bungo menargetkan perluasan lahan pertanian di tahun 2023 mendatang. Dari hasil evaluasi di tahun 2022, Kepala Dinas TPH-Bun Bungo Muhammad Hasbi membeberkan terjadi penurunan luas tanam, ini disebabkan sejumlah factor, salah satunya alih fungsi lahan menjadi pemukiman penduduk.

“Terjadi penurunan peluasan luas tanam, dalam angka statistik terakhir lebih kurang 300 hektar dari 4600 hektar sekarang 4320 hektar, ini akibat terjadi pemukiman penduduk dan karena terjadinya kerusakan irigasi,” katanya dalam dialog bersama Bungotv belum lama ini.

Khusus tanaman pangan total ada 4320 hektar, dari jumlah tersebut ia menargetkan di 2023 luas tanam lahan pertanian mencapai 11.000 hektar.

Sektor pertanian, ungkap Hasbi adalah menyentuh ke hajat hidup orang banyak dan meningkatkan kesejahteraan khususnya petani. Diakuinya ditahun 2022 terdapat banyak kendala dalam peningkatan sektor pertanian. “Tentunya semua itu terkendala dari ketersediaan anggaran di kabupaten, terutama di tahun 2022 kita masih dalam suasana Covid-19,”

“untuk tahun 2023 mengejar luas tanaman jagung dan perbaikan sarana irigasi yang rusak,” terangnya.

Sejauh ini upaya yang telah dilakukan oleh Dinas TPH-Bun ialah memanfaatkan dana covid dengan memberikan support untuk para petani agar tidak berhenti menanam. “Seperti bantuan pupuk, tidak ada yang kosong yang ini panen yang itu tanam, kita tidak khawatir dengan kondisi pangan di Bungo,” ujarnya.

Disamping petani menanam pendapatan mereka meningkat sehingga implikasinya terhadap ketersediaan beras. “Walaupun budaya masyarakat kita tidak menjual gabah,” tambah Hasbi.

Ia menceritakan dua tahun yang lalu terjadi peningkatan hasil padi disebabkan adanya pembukaan padi ladang yang luasnya meningkat. Sementara itu Bungo di tahun 2022 sebagai penyumban inflasi dari komoditas cabai dan beras. Hal ini terjadi akibat penurunan luas tanam pertanian cabai.

“Kabupaten Bungo pertahunnya itu 90 sampai 100 hektar lahan cabai, waktu terjadinya inflasi itu luas lahan cabai yang panen itu ada 20 hektar,” katanya.

Mengantisipasi hal tersebut pemerintah daerah melakukan operasi pasar. “tidak terlalu lama kembali normal,”katanya.

Sementara itu di tahun 2023, pemerintah pusat dan daerah akan mengucurkan bantuan pertanian. “provinsi itu ada 20 hektar, pusat ada 30 hektar dan kabupaten ada sekitar 20 hektar, jadi kita berusaha mengejar kembali luasan normal,” tukasnya. (adv)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY