SUMBERNEWS, BUNGO – Masyarakat Dusun Rantau Panjang Kecamatan Jujuhan merasa ‘dianaktirikan’ dalam segi pembangunan di kabupaten Bungo.
Pasalnya, sudah berapa kali usulan pembangunan jembatan beton, namun sampai saat ini belum juga terealisasi. Bahkan pada 2021, sudah masuk proyek pembangunan jembatan beton dan sudah ada pengerjaan namun tidak lama kemudian meterial pun diangkat, pengerjaan terhenti alias stop.
Kekecewaan warga Rantau panjang itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun (Musrenbangdus) tahun 2023, Senin (18/09/2022). Musrenbangdus tersebut dihadiri camat Jujuhan, Muhammad Tafsir.
“Kami mewakili masyarakat Rantau Panjang sudah kecewa dengan janji untuk dibangunnya jembatan beton di Rantau Panjang, bahkan sudah mulai pengerjaan tau-tau berhenti dan bahan meterial pun dibawa ke daerah lain,” kata Jufri, perwakilan Warga Rantau Panjang.
Bahkan Jufri mengungkapkan, jika tidak juga dibangun jembatan beton untuk 2023 nanti, masyarakat mengancam tidak ikut memilih pada pemilu 2024.
“kalau tidak dibangun mungkin tidak dibentuknya panitia pemilihan di Rantau Panjang, bahkan kan tidak ikut pemilin umum 2024 nanti,” tandas Jufri.
Disamping itu Camat Jujuhan Muhammad Tafsir mengatakan akan menyampaikan usulan tersebut pada Musrenbang kecamatan. “pemerintah kecamatan akan membawa hasil Musrenbangdus ke Musrenbang kecamatan nanti,” katanya.
“Terkait usulan warga Rantau Panjang untuk dibangun jembatan beton akan kami sampaikan ke pemerintah kabupaten,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri BPD, Rio, perangat dusun, ketua LAM Rantau Panjang dan undangan. Musrenbangdus menghasilkan 80 persen usulan dibangunnya jembatan beton selebihnya ke tiang PLN dan pemberdayaan. (cr03)















