Nobar G-30S/PKI, Ingat kembali Sejarah Kekejaman PKI

SUMBERNEWS, SAROLANGUN – Memperingati peristiwa G30S/PKI 1965 serta Hari Kesaktian Pancasila, Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) bersama Kodim 0420/Sarko dalam wilayah kabupaten Sarolangun melakukan kegiatan nonton bareng (nobar) film pengkhiatan G30S/PKI. Nobar dilaksanakan di Koramil 420-04/Sarolangun.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bahayanya komunis bagi masyarakat khususnya generasi muda. Kegiatan nonton bareng yang berlangsung pada Sabtu 1 Oktober 2022 tersebut diikuti oleh jajaran Tripika dan prajurit TNI beserta warga sekitarnya, dihadiri Penjabat bupati Sarolangun hendrizal, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari beserta Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, Danramil 420-01/Batang Asai Kapten Infantri Husnan Effendi.

Egonisahilin, Ketua ikatan Wartawan Sarolangun, menilai pancasila sebagai ideologi negara harus dipertahankan, jangan ada sekelompok orang yang ingin merusaknya. Film penghianatan G30S/PKI merupakan kisah sejarah kelam bangsa Indonesia dan tidak boleh terulang kembali.

“Dengan mengadakan nonton bareng G-30S/PKI ini, merupakan silahturahmi ikatan wartawan Sarolangun, bersama TNI,polri serta pemerintah daerah, bukan sekedar hanya hiburan nonton bareng saja, tetapi ada nilai-nilai yang ditumbuhkan pada pemuda dan anak-anak yang belum banyak mengetahui tentang sejarah kekejaman PKI dimasa lalu,” jelasnya.

G30S/PKI juga dikenal dengan istilah Gestok adalah peristiwa kudeta yang terjadi selama satu malam pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965, yang mengakibatkan gugurnya enam jenderal serta satu orang perwira pertama militer Indonesia, dan jenazahnya dimasukkan ke dalam suatu lubang sumur lama di area Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sejak 1967, setelah Soeharto diangkat menjadi Pejabat Presiden menggantikan Soekarno, tanggal 1 Oktober ditetapkan oleh Soeharto (dengan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967) sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

pemutaran film G30S/PKI adalah pemutaran pesan-pesan sejarah, makna peristiwa masa lalu terus menjadi cermin bagi generasi di masa depan. “Pemahaman sejarah nasional negeri ini perlu halnya untuk terus dilestarikan agar generasi penerus bangsa tetap terarah dan tidak melenceng dari nilai-nilai Pancasila,” sebut Egon.

“Dengan adanya nonton bareng ini, semua masyarakat dapat mengingat kembali bahwa sejarah yang tidak boleh kita lupakan terutama kalangan anak-anak,” tandasnya. (bgs)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY