
Untuk diketahui Yayasan Pendidikan Setih Setio Muara Bungo berdiri sejak 1981 dari tokoh-tokoh penting kabupaten Bungo. Dengan ditandai berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) tahun 1984. Kemudian pada tahun 1986 berdirilah Akademi Administrasi Niaga (AAN) yang berubah nama menjadi Akademi Administrasi Setih Setio (AASS) dengan bidang studi Diploma III Administrasi Bisnis.
Pada tahun 1996 SPK naik status menjadi Akademi Keperawatan (Akper) Setih Setio Muara Bungo dengan program studi D3 keperawatan. Dan pada tanggal 23 September 2003 Akademi Administrasi Setih Setio naik status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio Muara Bungo dengan program studi D3 Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Administrasi Bisnis dan S1 Ilmu Administrasi Negara. Kini telah menjadi Institut Administrasi dan Kesehatan (IAK SS) Setih Setio Muara Bungo. Dengan program studi D3 Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Administrasi Negara, D3 Keperawatan, dan kini telah hadir program studi baru yakni S1 Bisnis Digital.
Dalam sambutannya Ketua Yayasa Setih Setio Muara Bungo Muzni H.A Djalil menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Jambi Al Haris yang hadir dan sekaligus meresmikan penggabungan STIA dan Akper SS.
“Dalam catatan yayasan, Bapak (gubernur) adalah orang pertama yang hadir di tengah keluarga besar yayasan Setih Setio,” kata Muzni diiringi tepuk tangan hadirin.
Kata dia, Yayasan pendidikan Setih Setio berdiri pada tanggal 23 November 1981, kemudian pada tanggal 9 November 2010 menjadi Yayasan Setih Setio. “Yayasan Setih Setio sudah berada di usia 41 tahun,” ujarnya.
Selanjutnya, Akademi Administrasi Setih Setio (AASS) berdiri pada tahun 1986 dan pada tahun 2003 berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Setih Setio. Kemudian, STM (SMK Setih Setio 1) tahun 1985, serta yang terakhir SMEA (SMK Setih Setio 2) tahun 1986.
” Untuk jumlah mahasiswa 2021/2022 sebanyak (1.540 orang). Sedangkan jumlah Alumni saat ini Perguruan tinggi lebih kurang 8.000 orang. Kemudian jumlah siswa pada tahun 2021/2022 sampai saat ini (533 orang). Sedangkan jumlah Alumni SMK lebih kurang 5.500 orang dan jumlah keseluruhan alumni Perguruan tinggi dan SMK sampai saat sekarang berjumlah lebih kurang 13.500 orang,” paparnya.
Lebih lanjut kata Muzni, Sesuai dengan kebijakan pemerintah dengan dikeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 7 tahun 2010, dalam rangka mengefisiensi pengelolaan dan meningkatkan daya saing Perguruan Tinggi.
“Untuk Fakultas Kesehatan kami akan mengusulkan peningkatan Pendidikan Keperawatan dari Diploma 3 menjadi S1 Keperawatan dan Ners. Sedangkan di Fakultas Administrasi, Program Studi Ilmu Administrasi Program Magister,” katanya.
” Untuk itu, mohon kiranya Bapak Gubernur berkenan membantu dalam rangka akselerasi pengembangan Institut ini. Dan kepada L2DIKTI, kami mohon bimbingan dan dukungan dalam pengajuan Prodi dan Pengajuan Magister,” harapnya.














