Gubernur Jambi Bersama Dirjen Kebudayaan Luncurkan Kenduri Swarnabhumi 2023

SUMBERNEWS, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Farid, meluncurkan Kenduri Swarnabhumi 2023, di GOS Kota Jambi, Sabtu, 24 Juni 2023.

Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menyambut gembira kembali diluncurkannya Kenduri Swarnabhumi tahun ini. Kenduri Swarnabhumi memberikan dampak sangat positif pada masyarakat Jambi.

Dampak itu, antara lain, Candi Muaro Jambi yang kaya budaya dan sejarah. Sungai Batanghari merupakan sejarah peradaban. Candi Muaro Jambi dan Sungai Batanghari saling terkait.

“Sungai Batanghari sang bengawan terpanjang di Sumatera. Tempat bernaung warisan budaya nusantara, dari Kerajaan Sriwijaya, Dharmasraya serta Melayu Kuno,” kata Haris.

Kenduri Swarnabhumi mencatat beberapa poin penting. Budaya dan pendidikan bagi generasi muda, agar lebih cinta pada budaya Jambi dan lingkungannya.

Kenduri Swarnabhumi menjadi pesan moral untuk menjaga kelestarian Sungai Batanghari, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantarannya. Mereka harus menjadi orang pertama yang mengawal Sungai Batanghari.

Al Haris menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki potensi kekayaan alam yang bisa masuk ke UNESCO, yaitu Geopark Merangin dan Candi Muaro Jambi.

Geopark Merangin sudah masuk, sertifikatnya akan diserahkan September mendatang, di Maroko.

Tinggal lagi Candi Muaro Jambi didorong masuk UNESCO tahun 2025 nanti, di bawah bimbingan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI. Jika ada 2 warisan dunia di Provinsi Jambi, Kementerian Perhubungan bisa menjadikan Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Farid mengatakan, tahun ini Kenduri Swarnabhumi fokus pada tiga kegiatan.

Pertama, penguatan kapasitas masyarakat dalam berbagai pengetahuan kebudayaan, khususnya menjaga lingkungan sungai sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

Kedua, festival daerah yang mengangkat budaya lokal sebagai identitas masyarakat. Ketiga, ekspedisi Sungai Batanghari yang mengaktivasi Daerah Aliran Sungai dalam berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon, penebaran benih ikan, pelibatan generasi muda dan masyarakat membersihkan sungai, serta diskusi membahas tindak lanjut pelestarian DAS Batanghari.

Koordinator Kenduri Swarnabhumi 2023, Ahmad Mahendra melaporkan, Kenduri Swarnabhumi ini berkolaborasi dengan 14 pemerintah daerah, yaitu Pemprov Jambi, Pemprov Sumatera Barat, Pemkab Batanghari, Pemkab Bungo, Pemkab Dharmasraya, Pemkot Jambi, Pemkab Kerinci, Pemkab Merangin, Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Sarolangun, Pemkab Tebo, dan Pemkab Tanjungjabung Barat.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY