Bupati Hurmin Dorong Kelanjutan Pembangunan Irigasi Batang Asai untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

SumberNews, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus mendorong pembangunan sektor pertanian melalui kelanjutan proyek jaringan irigasi Daerah Irigasi Batang Asai. Bupati Sarolangun, H. Hurmin menegaskan pembangunan irigasi tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Hurmin saat membuka kegiatan sosialisasi lanjutan pembangunan jaringan irigasi Batang Asai yang digelar di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Senin, 21 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Hurmin mengatakan ketersediaan air yang cukup, teratur, dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan hasil pertanian masyarakat.

“Pembangunan irigasi Batang Asai ini sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan menjaga kelancaran pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Bupati Hurmin.

Menurutnya, melalui pembangunan jaringan irigasi tersebut, areal persawahan yang mendapatkan pasokan air dapat semakin luas, sehingga petani tidak lagi terlalu bergantung pada curah hujan dalam mengelola lahan pertanian.

Bupati Hurmin juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaksana proyek hingga masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan pembangunan irigasi tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Jambi, Jhoni Rahalsyah Putra, menjelaskan bahwa proyek lanjutan jaringan irigasi Bendungan Batang Asai akan terus berjalan hingga tahun 2027 melalui skema Multi Years Contract (MYC) dengan total anggaran lebih dari Rp242 miliar yang bersumber dari APBN.

Pada tahun 2026, fokus pembangunan diarahkan pada percepatan pekerjaan fisik, termasuk penyelesaian tanggul penutup serta pembangunan fasilitas bendung. Selain itu, penyelesaian pembebasan lahan seluas lebih dari 30 hektare juga menjadi salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan guna mendukung kelancaran proyek.

Apabila pembangunan selesai sesuai target, jaringan irigasi Batang Asai diproyeksikan mampu mengairi sekitar 5.000 hektare lahan persawahan. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun, sekaligus mendorong peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani di wilayah Batang Asai dan sekitarnya.

Dengan nilai investasi yang besar dan manfaat yang luas bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap proyek irigasi Batang Asai dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani. (*)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY