SUMBERNEWS, BUNGO – Setelah beberapa bulan bertahan di harga Rp. 12.000 per Kg, harga getah karet pada pekan keempat Agustus kembali turun menjadi Rp.9.000 per Kg ditingkat tengkulak. Ini terpantau di sejumlah tengkulak di Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo.
Menurut Nandar, salah satu petani mengatakan kondisi tersebut membuat petani mengeluh, sebab selain harga jualnya yang turun, sulitnya mengumpulkan getah karet menjadi kendala petani karena musim hujan. Menurutnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Bungo adalah petani karet.
“Setidaknya kalau Rp.15.000 per kg, cukup senang juga petani karet ini,” ungkap Nandar pada media ini.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan komoditas kelapa sawit. Dimana harga Tandan Buah Segar (TBS) alami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya menyentuh Rp. 700 per Kg, terpantau di pekan ketiga Agustus harga TBS mencapaiRp. 1.700 per Kg.
“kita cukup senang harga TBS sudah mulai naik kita beli ke petani buah besar Rp.1.700 per kg dan Rp.1.600 per Kg buah kecil,” kata Murdani pemilik Ram Dusun Rantau Panjang, Jujuhan.
“Kita jual ke pabrik sudah mencapai Rp.1.900 (seribu sembilan ratus) per kg cukup senang la namun sekarang buah sudah mulai musim trek, petani pun sudah cukup senang dengan kenaikan harga TBS,” tambahnya.
Ia berharap harga TBS kembali naik untuk menutupi biaya perawatan. “Sudah bisa bernapas setidaknya bisa buat bayar perawatan juga beli pupuk sudah cukup la,” ungkap Murdani. (cr03)















