Dorong Ekonomi Nagari lewat Gula Semut Berbasis Potensi Lokal, PLN UIP Sumbagteng Dukung Pemberdayaan Masyarakat Melalui Olahan Gula Aren di Nagari Ampek Koto Palembayan

SUMBERNEWS, AGAM — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli terus mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat di Nagari Ampek Koto Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang difokuskan pada pengembangan produk gula semut aren.

Program ini merupakan respons atas potensi besar yang dimiliki nagari tersebut, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari penyadapan nira pohon aren. Sayangnya, produk gula aren yang dihasilkan selama ini masih berbentuk konvensional (gula cetak), yang nilainya relatif rendah dan mudah rusak bila tidak segera dipasarkan.

PLN hadir dengan memberikan bantuan sarana produksi, pelatihan teknis, hingga pembinaan kelembagaan usaha guna mengubah gula cetak menjadi gula semut, yaitu gula aren berbentuk kristal atau bubuk yang memiliki daya simpan lebih lama, lebih higienis, serta memiliki peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

“Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari peran PLN sebagai BUMN. Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan mandiri,” ujar Anggraeny Glory Roito Purba, Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng.

Gula semut aren dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi karena mengikuti tren konsumsi sehat dan produk alami yang sedang meningkat, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, produk ini memiliki nilai tambah tinggi karena dapat dikemas dalam bentuk retail modern dan menjangkau konsumen perkotaan.

General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata PLN hadir untuk rakyat, bukan hanya lewat pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga dalam mendukung kemandirian ekonomi desa.

“Kami ingin memastikan potensi lokal yang dimiliki masyarakat desa tidak hanya berhenti di hulu, tetapi berkembang sampai hilir. Dengan mendampingi proses hilirisasi seperti pengolahan gula aren menjadi gula semut, kami percaya kemandirian ekonomi nagari akan tumbuh lebih kuat,” ujar Hendro.

“PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kepedulian sosial. Masyarakat adalah mitra utama dalam setiap pembangunan yang kami lakukan. Karena itu, kami hadir untuk mendukung mereka tumbuh dan mandiri,” tambahnya.

Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Roni Akmal, menyampaikan bahwa sejak dahulu gula aren telah menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat setempat, namun sering terkendala dalam hal pemasaran dan kualitas produk.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan dan pendampingan dari PLN. Gula aren sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kami sejak lama. Sekarang dengan adanya pelatihan dan peralatan yang memadai, masyarakat bisa meningkatkan kualitas produksi menjadi gula semut yang lebih bernilai. Ini sangat berarti bagi perekonomian nagari kami,” ujarnya.

Program ini juga mencakup pembinaan berkelanjutan, seperti pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan, sertifikasi produk, dan strategi pemasaran digital. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat membangun usaha mikro yang terstruktur, tumbuh secara mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Melalui program TJSL, PLN terus menunjukkan komitmennya untuk menyalakan energi kehidupan, tidak hanya lewat aliran listrik, tetapi juga melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memberdayakan potensi lokal. (*)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY