SUMBERNEWS, PEKANBARU — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan dalam program bertajuk “Electrifying Agriculture: Hilirisasi Elektrik Pump Budidaya Lemon dan Pembangunan Rumah Produksi” yang dilaksanakan di Kota Pekanbaru.
Dalam pelaksanaannya, PLN UIP Sumbagteng menggandeng UMKM Rumah Lemon sebagai mitra pelaksana dan melibatkan 30 masyarakat lokal dalam proses budidaya hingga hilirisasi produk olahan lemon. Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan energi listrik dalam sektor pertanian serta memperkuat rantai nilai pertanian melalui hilirisasi yang bernilai tambah secara ekonomi.
General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata peran PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis energi bersih.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga membangun harapan dan kemandirian masyarakat. Program ini adalah bukti konkret bagaimana listrik mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pelaku UMKM serta masyarakat di sektor pertanian,” ujar Hendro.

Melalui penggunaan electric pump bertenaga listrik, proses irigasi lahan lemon kini menjadi lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Sementara itu, pembangunan rumah produksi memberikan fasilitas pengolahan modern dan higienis untuk menghasilkan produk turunan seperti sirup lemon, minuman herbal, dan olahan lainnya yang siap menjangkau pasar lebih luas.
Dengan menggandeng 30 orang dari masyarakat sekitar, program ini turut membuka peluang kerja baru, menambah pendapatan keluarga, dan membangun ekosistem UMKM yang kuat berbasis pertanian lokal. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui kolaborasi strategis lintas sektor.
Salah satu penerima manfaat, Ariefna Amini, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap keberlanjutan program ini.
“Terima kasih kepada PLN yang telah mempermudah kegiatan kami dengan penerapan electrifying agriculture. Sekarang kami tidak lagi bergantung pada pompa manual, dan proses pengolahan lemon juga jadi lebih cepat dan bersih. Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Program Electrifying Agriculture ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara PLN dan masyarakat dapat mewujudkan ekonomi hijau yang mandiri dan berkelanjutan. PLN UIP Sumbagteng berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*)















