PLN UIP Sumbagteng Gandeng 9 SMK di Riau, Cetak Generasi Ahli Konversi Motor Listrik Dukung NZE 2060

SUMBERNEWS, PEKANBARU – Dalam komitmennya mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060 dan mempercepat adopsi energi bersih di sektor pendidikan vokasi, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menggandeng sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyelenggarakan pelatihan konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, yang secara khusus dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan energi masa depan serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. Melibatkan 50 peserta dari 9 SMK di Provinsi Riau dan sekitarnya, pelatihan ini menitikberatkan pada penguasaan teknik konversi motor listrik berbasis praktik langsung.

Sebanyak empat unit motor konvensional berhasil dikonversi menjadi motor listrik, menjadi bukti nyata keterampilan peserta sekaligus simbol awal pembentukan ekosistem kendaraan listrik berbasis komunitas. Tidak hanya itu, PLN juga mendorong pembentukan bengkel konversi listrik berlisensi Grade B di lingkungan SMK, sebagai pusat kompetensi dan layanan konversi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pemangku kepentingan daerah, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, H. Boby Rachmat, S.STP., M.Si, serta Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan kuat terhadap sinergi dunia industri dan pendidikan dalam mencetak SDM unggul di bidang energi bersih.

Dalam sambutannya, H. Boby Rachmat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PLN yang dinilainya tidak hanya progresif, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan kapasitas masyarakat.

“Kami menyambut baik inisiatif PLN yang tidak hanya mendorong penggunaan energi bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pelatihan ini,” ujar Boby Rachmat.

“Kami berharap pelatihan ini dapat mencetak teknisi handal dan pelaku usaha bengkel kreatif di bidang kendaraan listrik. Mari manfaatkan momen ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan bersama-sama mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutupnya.

General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan transisi energi yang inklusif dan partisipatif. Menurutnya, dunia pendidikan adalah kunci dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusianya. SMK adalah titik awal yang strategis untuk membentuk generasi baru yang kompeten dan sadar akan pentingnya energi bersih,” jelas Hendro.

“Lewat program TJSL ini, kami ingin membangun pondasi jangka panjang, bukan hanya melatih, tapi juga mendorong berdirinya bengkel konversi bersertifikat sebagai cikal bakal usaha dan inovasi lokal berbasis energi bersih,” tambahnya.

Salah satu SMK yang menjadi peserta aktif adalah SMK Negeri 2 Pekanbaru. Kepala sekolahnya, H. Peri Daswandi, S.Pd, menyampaikan bahwa pelatihan ini telah memberikan keterampilan baru yang sangat relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan PLN UIP Sumbagteng kepada sekolah kami. Program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa dan guru, tetapi juga membuka jalan bagi peluang usaha dan inovasi. Harapannya, siswa kami dapat menjadi pionir dalam industri motor listrik lokal dan membuka lapangan kerja baru di daerah masing-masing,” ungkap Peri.

Menurut Peri, kehadiran bengkel konversi berlisensi di lingkungan SMK menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik pembelajaran berbasis proyek dan industri.

Program pelatihan konversi motor listrik ini selaras dengan pilar TJSL PLN yang mengusung TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) di poin 4. Pendidikan Berkualitas. PLN berkomitmen agar pelaksanaan TJSL tidak hanya bersifat kegiatan sosial sesaat, tetapi mampu menciptakan nilai bersama yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan kehadiran bengkel konversi listrik di lingkungan sekolah, diharapkan terbentuk pula ekosistem yang dapat mendorong siswa dan guru menjadi agen perubahan di bidang energi baru terbarukan, sekaligus membuka peluang usaha berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP Sumbagteng tidak hanya memperkuat fondasi pendidikan vokasi, tetapi juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret dalam mendukung program nasional transisi energi. (*)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY