SumberNews, Agam – Manisnya gula semut aren kini menjadi simbol perubahan nyata bagi masyarakat Nagari Ampek Koto Palembayan, Kabupaten Agam. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menghadirkan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat untuk mengolah nira aren menjadi produk gula semut bernilai ekonomi tinggi.
Program pemberdayaan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis dalam proses produksi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal. Masyarakat kini mampu mengelola potensi alam di sekitar mereka menjadi sumber penghasilan berkelanjutan, sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan. Selain itu, program ini memberikan pemahaman pentingnya manajemen usaha, termasuk pengemasan, branding, dan pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Sebagai puncak dari proses pemberdayaan, Rumah Produksi Aren hasil program PLN Peduli secara resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE., M.Com, didampingi jajaran manajemen PLN UIP Sumbagteng, perangkat nagari, tokoh masyarakat, dan kelompok pelaku usaha lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agam menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN yang langsung berdampak bagi masyarakat:
“Program ini bukan hanya mengubah nira menjadi gula semut, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi di sekitar mereka. Inilah wujud pembangunan inklusif yang sesungguhnya, menghadirkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, kehadiran Rumah Produksi Aren membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan BUMN mampu melahirkan model pembangunan berkelanjutan yang berdampak luas, sekaligus menjadi contoh nyata implementasi ekonomi kerakyatan.
Sementara itu, Osta Melanno, SRM Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi (P2K) PLN UIP Sumbagteng, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan TJSL berbasis shared value, yaitu menciptakan manfaat sosial sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat:
“PLN Peduli hadir bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Kami mendampingi masyarakat mulai dari proses produksi nira hingga menjadi gula semut siap jual, termasuk aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha. Inilah bentuk nyata tanggung jawab sosial PLN yang memberi manfaat langsung, memberdayakan masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi lokal,” ungkap Osta.
Program pemberdayaan aren di Nagari Ampek Koto Palembayan juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta mendukung visi pemerintah melalui Asta Cita Presiden RI, yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Roni Akmal, menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terjalin,
“Sebelumnya, masyarakat hanya tahu cara tradisional menyadap nira untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang, mereka paham bagaimana mengolahnya menjadi produk unggulan yang bernilai jual tinggi. Ini perubahan besar bagi nagari kami. Ke depan, kami berharap Rumah Produksi Aren bisa menjadi pusat pelatihan berkelanjutan yang melibatkan generasi muda dan perempuan desa,” ujar Roni.
Selain itu, program ini aktif memberdayakan perempuan dan pemuda melalui pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menghadirkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan mendorong semangat kewirausahaan.
Melalui inisiatif ini, PLN UIP Sumbagteng menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya menghadirkan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menyalakan semangat kemandirian dan kemajuan ekonomi lokal. PLN membuktikan bahwa energi dapat menjadi daya pemberdayaan sosial, yang mendorong masyarakat untuk tumbuh mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Bagi PLN, energi bukan sekadar daya yang mengalir di kabel, melainkan daya kehidupan yang menyalakan harapan dari nira yang menetes dari pohon aren hingga manisnya gula semut yang mengubah masa depan masyarakat Nagari Ampek Koto Palembayan.
Ditempat terpisah, General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, mengatakan,
“Kami berharap program ini menjadi inspirasi bahwa energi tidak hanya hadir dalam bentuk listrik, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat untuk tumbuh mandiri dan produktif. PLN akan terus menghadirkan program-program yang tidak hanya menyalakan rumah dan fasilitas publik, tetapi juga menyalakan harapan dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam memaksimalkan potensi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.”
Melalui program ini, PLN Peduli tidak hanya menghadirkan listrik dan infrastruktur, tetapi juga menyalakan semangat kemandirian dan inovasi di masyarakat. Inisiatif ini membuktikan bahwa keberadaan Danantara di tengah masyarakat mampu mendorong pembangunan berkelanjutan, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal. PLN berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyalakan harapan dan menciptakan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. (*)















