PLN Hadir untuk Rakyat, Menjaga Terang dan Harapan di Tengah Bencana Kabupaten Agam

SumberNews, Padang — Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kehadiran negara menjadi sandaran harapan bagi masyarakat. PT PLN (Persero) bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Langkah sigap ini dilakukan sebagai wujud komitmen PLN untuk selalu hadir bagi rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi paling sulit.

Sejak akhir November, curah hujan tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam. Permukiman warga terendam, akses jalan terputus, dan fasilitas umum mengalami kerusakan, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan distribusi bantuan menghadapi berbagai kendala. Kondisi tersebut tidak hanya memadamkan aliran listrik di beberapa wilayah, tetapi juga membatasi komunikasi serta memperlambat upaya penanganan darurat.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah bersama PLN memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak. Selain menyalurkan bantuan logistik, PLN turut mengerahkan personel untuk mendukung pemulihan infrastruktur vital, khususnya jaringan kelistrikan. Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan, fasilitas publik, serta kebutuhan dasar masyarakat.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng), Hendro Prasetyawan, menyampaikan bahwa sejak awal terjadinya bencana, PLN telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat Kabupaten Agam.

“PLN turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Agam. Kami berharap masyarakat tetap kuat dan saling menguatkan di tengah situasi sulit ini. PLN hadir bersama pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi serta pasokan listrik dapat dipulihkan secara bertahap dan aman,” ujar Hendro.

Di lapangan, personel PLN menghadapi tantangan berat, mulai dari akses jalan yang rusak hingga kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah para petugas. Dengan semangat pengabdian dan kepedulian, mereka tetap bekerja demi memastikan bantuan tersalurkan dan masyarakat kembali mendapatkan akses listrik sebagai penopang aktivitas sehari-hari.

Selain fokus pada pemulihan teknis, PLN juga memberikan perhatian pada aspek kemanusiaan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan moral bagi warga terdampak, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap tegar dan optimistis dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.

Hendro menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kebersamaan dan sinergi dari seluruh pihak. “Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan gotong royong antara pemerintah, BUMN, relawan, dan masyarakat. PLN berkomitmen untuk terus hadir, menjaga terang dan harapan, serta berjalan bersama masyarakat Kabupaten Agam hingga kondisi kembali pulih,” tutup Hendro.

PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran. Upaya pemulihan kelistrikan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memperhatikan kondisi lingkungan di lapangan.

Melalui respon cepat dan kolaborasi lintas sektor ini, PLN berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat Kabupaten Agam sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit. Di tengah keterbatasan akibat bencana, PLN berupaya menjaga cahaya tetap menyala, bukan hanya cahaya listrik, tetapi juga cahaya harapan bagi masyarakat Sumatera Barat.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY