SumberNews, Pekanbaru — PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan paket bantuan tambahan modal usaha kepada sejumlah pelaku usaha mikro dhuafa di wilayah kerja Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng). Program ini menjadi upaya nyata PLN dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha produktif berbasis zakat, infak, dan sedekah pegawai.
Bantuan tambahan modal usaha tersebut diserahkan kepada empat penerima manfaat dari berbagai daerah di Sumatera. Mereka adalah Bapak Taufiq, pedagang tahu Sumedang di Pekanbaru, Riau; Ibu Suhermi, pelaku usaha sarapan pagi di Kota Solok, Sumatera Barat; Rafki, pelaku usaha ternak ayam di Padang, Sumatera Barat; serta Ibu Arneli, pemilik warung nasi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masing-masing penerima.
Program tersebut merupakan bagian dari realisasi Pilar Program Ekonomi YBM PLN UIP Sumbagteng yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dhuafa melalui pendekatan ekonomi produktif. Melalui program ini, YBM PLN mendorong para penerima manfaat untuk memperkuat usaha yang telah dirintis, meningkatkan pendapatan keluarga, serta secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
Ketua YBM PLN UIP Sumbagteng, Budi Warman, menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN agar memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui bantuan tambahan modal usaha ini, YBM PLN berupaya mendorong para penerima manfaat agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri. Kami berharap bantuan ini menjadi pengungkit ekonomi keluarga dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan di masa mendatang,” ujar Budi Warman.
Ia menambahkan bahwa YBM PLN secara konsisten memperluas program ekonomi produktif di wilayah kerja PLN UIP Sumbagteng dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi antara YBM PLN dan para pegawai PLN sebagai muzakki menjadi kunci agar program pemberdayaan dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat yang semakin luas.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Suhermi, pelaku usaha sarapan pagi di Kota Solok, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, tambahan modal usaha tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan bahan baku sekaligus mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak dan Ibu pegawai PLN atas bantuan dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kemudahan kepada seluruh pegawai PLN dalam setiap langkah pengabdiannya,” ujar Ibu Suhermi.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah menegaskan bahwa program bantuan modal usaha melalui YBM PLN merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan.
“PLN tidak hanya berperan dalam menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui YBM PLN, zakat pegawai kami dikelola secara amanah agar benar-benar dirasakan manfaatnya, salah satunya dengan mendorong UMKM dhuafa agar mampu bangkit, berkembang, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap bantuan modal usaha yang disalurkan dapat menjadi titik awal bagi para penerima manfaat untuk memperkuat usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membuka peluang kehidupan yang lebih baik ke depan. “Kami percaya, ketika ekonomi masyarakat bergerak, maka ketahanan sosial juga akan semakin kuat. Inilah semangat gotong royong yang terus kami jaga di PLN,” tutupnya.















