SumberNews, Bengkalis — Upaya memperkuat keandalan pasokan listrik di Provinsi Riau terus dilakukan PT PLN (Persero). Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), PT PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Tengah (PLN UIP Sumbagteng) memulai langkah strategis melalui verifikasi dan pengukuran lahan untuk pembangunan GI 150 kV Bengkalis. Tahapan awal ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kepastian hukum lahan sekaligus memperlancar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang akan menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat.
Verifikasi dan pengukuran lahan dilakukan secara bersama oleh tim teknis PLN UIP Sumbagteng dan BPN Kota Dumai sebagai prosedur utama dalam proses sertifikasi tanah. Kegiatan ini bertujuan memastikan kejelasan batas, luas, serta posisi bidang tanah yang akan digunakan, sehingga seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Dari proses ini dihasilkan peta bidang tanah yang menjadi dasar penetapan hak atas tanah sekaligus rujukan dalam analisis hukum pertanahan.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sumbagteng, Osta Melanno, mengatakan bahwa pengukuran bersama antara PLN dan BPN merupakan langkah strategis untuk menjamin tertib administrasi pertanahan sekaligus pengamanan aset negara.
“Pengukuran bersama PLN dan BPN merupakan prosedur penting dalam proses sertifikasi tanah. Output utamanya adalah peta bidang tanah GI 150 kV Bengkalis yang menjadi dasar penetapan hak serta rujukan dalam analisis hukum pertanahan,” ujar Osta.
Menurutnya, kepastian batas dan status hukum lahan sangat menentukan kelancaran tahapan pembangunan berikutnya, baik dari sisi administratif maupun teknis di lapangan.
“Melalui verifikasi dan pengukuran ini, PLN memastikan pembangunan GI 150 kV Bengkalis berjalan secara tertib hukum. Kepastian ini penting untuk mencegah potensi sengketa pertanahan serta memberikan rasa aman dalam pelaksanaan proyek,” tambahnya.
Osta juga menegaskan bahwa sinergi dengan BPN mencerminkan komitmen PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dari sisi legalitas.
“Kolaborasi yang baik dengan BPN sangat membantu PLN dalam mempercepat proses sertifikasi aset. Ini merupakan bagian dari upaya kami agar proyek ketenagalistrikan dapat direalisasikan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Slamet Sutrisno, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Provinsi Riau, menegaskan bahwa pengukuran dan verifikasi bidang tanah merupakan tahapan krusial dalam menjamin kepastian hukum pemanfaatan lahan untuk pembangunan infrastruktur strategis.
“Pengukuran bersama ini dilakukan untuk memastikan batas dan luas bidang tanah secara akurat. Peta bidang yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan hak atas tanah dan memberikan kepastian hukum bagi pembangunan GI 150 kV Bengkalis,” ujar Slamet.
Ia menambahkan bahwa BPN Provinsi Riau berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan tetap mengedepankan ketentuan tata ruang dan peraturan pertanahan yang berlaku.
“BPN siap bersinergi dengan PLN agar proses sertifikasi dan penetapan hak dapat berjalan sesuai regulasi. Kepastian hukum ini penting agar pembangunan infrastruktur dapat berlangsung secara berkelanjutan, tertib, dan bertanggung jawab,” katanya.
Pembangunan GI 150 kV Bengkalis diharapkan mampu memperkuat sistem transmisi dan distribusi listrik di wilayah Riau, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi seiring berkembangnya sektor industri dan kawasan permukiman.

General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Tengah, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa kepastian hukum atas lahan merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Bagi PLN, pembangunan gardu induk bukan sekadar membangun fisik infrastruktur, tetapi juga membangun fondasi yang kuat dari sisi hukum dan tata kelola. Dengan kepastian lahan sejak awal, kami dapat memastikan proyek berjalan tepat waktu, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bengkalis dan sekitarnya,” ujar Hendro.
Ia menambahkan bahwa PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui sinergi dengan BPN dan seluruh pemangku kepentingan, PLN optimistis pembangunan GI 150 kV Bengkalis akan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Riau serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Hendro.
Melalui sinergi antara PLN dan BPN, pembangunan GI 150 kV Bengkalis diharapkan tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan Riau, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat. Dengan fondasi hukum yang kuat, PLN berkomitmen memastikan setiap infrastruktur yang dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.















