SumberNews, Balai Pungut — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Tengah melalui tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan (K3 dan Kam) mengintensifkan pelaksanaan Safety Patrol di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Riau Peaker sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh proses konstruksi hingga persiapan operasional pembangkit berjalan sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja, serta ketentuan pengelolaan lingkungan yang berlaku. Safety Patrol mencakup pemeriksaan menyeluruh pada sejumlah area vital, antara lain lokasi pemasangan dan pengujian turbin, sistem kelistrikan dan kontrol, area penyimpanan serta penyaluran bahan bakar gas, hingga berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya.
Dalam patroli tersebut, tim K3 dan Kam PLN UIP Sumatera Bagian Tengah memantau secara langsung penerapan prosedur kerja aman di lapangan, termasuk kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), pengamanan area kerja berisiko tinggi, penerapan sistem perizinan kerja (work permit), serta kesiapan peralatan penanggulangan keadaan darurat. Selain aspek keselamatan kerja, perhatian juga diberikan pada pengelolaan lingkungan, seperti pengendalian kebisingan, pengelolaan limbah, serta pencegahan potensi pencemaran selama proses pekerjaan berlangsung.
PLTMG Riau Peaker merupakan salah satu infrastruktur strategis PLN yang berperan penting dalam menopang sistem kelistrikan Provinsi Riau, khususnya saat terjadi lonjakan beban puncak. Keberadaan pembangkit ini diharapkan mampu memperkuat keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri, terutama pada momen Nataru ketika konsumsi listrik cenderung meningkat.

Manager K3 dan Kam PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah, Budi Warman, menegaskan bahwa pelaksanaan Safety Patrol merupakan langkah proaktif PLN dalam membangun dan menegakkan budaya keselamatan kerja secara konsisten di setiap proyek ketenagalistrikan.
“Safety Patrol kami lakukan untuk memastikan setiap aktivitas pekerjaan berjalan sesuai prosedur, aman bagi pekerja, serta meminimalkan potensi kecelakaan dan dampak lingkungan. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban, tetapi harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh pihak di proyek,” ujar Budi.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut tim K3 dan Kam juga melakukan verifikasi kelengkapan administrasi keselamatan kerja, memastikan kontraktor mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan, serta memberikan rekomendasi teknis terhadap potensi risiko yang ditemukan di lapangan. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti dengan langkah korektif guna mencegah terjadinya insiden.
Selain itu, PLN turut menyiapkan rencana kontinjensi yang komprehensif untuk menghadapi kondisi darurat, seperti potensi kebakaran, gangguan peralatan utama, hingga kondisi cuaca ekstrem. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan proyek dapat beroperasi secara andal dan aman saat dibutuhkan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa penguatan aspek keselamatan dan kesiapan operasional menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Nataru.
“PLN berkomitmen memastikan seluruh infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk PLTMG Riau Peaker, siap beroperasi secara andal dan aman. Keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, serta kesiapan peralatan menjadi prioritas agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal selama Natal dan Tahun Baru,” ujar Hendro.
Melalui pelaksanaan Safety Patrol secara rutin dan berkelanjutan, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proyek ketenagalistrikan yang tidak hanya andal dan efisien, tetapi juga mengedepankan keselamatan kerja dan keamanan. Keberhasilan PLTMG Riau Peaker diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan Riau sekaligus menjadi contoh penerapan standar K3 dan Kam yang profesional di lingkungan PLN secara nasional.















